KABUPATEN CIREBON – (cirebonbagus.id) Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon, tepatnya di delapan desa yang tersebar di lima kecamatan, yakni Beber, Sumber, Weru, Tengah Tani, dan Talun, telah mengakibatkan 666 rumah terendam dan sekitar 2.430 jiwa terdampak. Peristiwa ini terjadi pada malam hari, Jumat (17/1/2025), dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi, yang menyebabkan sejumlah sungai meluap dan tidak mampu menampung volume air yang terus meningkat.
Akibatnya, sejumlah permukiman terendam dengan ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 120 cm. Sebanyak 90 warga terpaksa mengungsi ke dua lokasi yang aman. Beruntung, meskipun sejumlah fasilitas dan bangunan mengalami kerusakan ringan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Pemerintah Kabupaten Cirebon kini tengah menyiapkan langkah-langkah konkret untuk mengatasi dampak dari banjir tersebut. Di antaranya, dengan mempercepat perbaikan infrastruktur yang rusak dan mendistribusikan bantuan kepada warga yang terdampak. Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, mengungkapkan hal tersebut saat meninjau langsung situasi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khairiyah, Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber, yang turut terkena dampak banjir pada Jumat malam.
“Banjir ini telah mempengaruhi lima kecamatan dan delapan desa, dengan total 2.430 jiwa terdampak dan 666 rumah yang terendam,” ujar Wahyu saat kunjungannya pada Sabtu (18/1/2025). “Beberapa area sudah mulai surut, seperti di Desa Dawuan, meskipun ada satu kawasan perumahan yang masih tergenang, dan saat ini kami lakukan upaya penyedotan air.”
Pemkab Cirebon juga telah menyalurkan bantuan berupa makanan, air bersih, dan alat kebersihan kepada warga terdampak. Selain itu, petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga telah dikerahkan untuk membersihkan lokasi-lokasi yang terendam.
“Proses pembersihan telah dimulai di beberapa titik, dengan melibatkan petugas Damkar untuk penanganan banjir, sementara DLH menangani pengangkutan sampah. Kami juga membagikan alat kebersihan kepada masyarakat untuk mempercepat proses ini,” tambah Wahyu.
Di Ponpes Al-Khairiyah, banjir menyebabkan kerusakan pada pagar, kaca, serta tanggul penahan tanah (TPT) di tepi sungai. Kerusakan pada TPT menjadi perhatian utama, karena berpotensi mengancam rumah-rumah di sekitar area tersebut jika banjir kembali terjadi. Wahyu juga menginformasikan bahwa ada satu korban luka yang tertusuk benda tajam saat membantu evakuasi warga. “Korban telah mendapatkan perawatan dan kini kondisinya berangsur membaik,” ujarnya.
Ke depan, Pemkab Cirebon berencana bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan pemerintah provinsi untuk menangani masalah banjir secara menyeluruh. “Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait sesuai kewenangannya untuk menangani titik-titik yang membutuhkan perhatian khusus,” tegasnya.
Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia, mengapresiasi respons cepat Pemkab Cirebon dalam menangani banjir. Ia juga mendorong upaya koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk mencari solusi jangka panjang guna mengatasi masalah banjir yang berulang. “Kami akan terus berkomunikasi dengan pihak terkait untuk memperkuat langkah-langkah penanganan di masa mendatang,” ujar Sophi. (APIP/CIBA)
