CIREBON — Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Cirebon pada Sabtu malam mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah, dengan ketinggian air berkisar antara 10 hingga 50 sentimeter. Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Sriganala yang merendam permukiman warga di Desa Jungjang Wetan, Kecamatan Arjawinangun, serta Desa Kalianyar, Kecamatan Panguragan, Minggu, (14/12/2025).
Pantauan di lapangan menunjukkan, luapan air Sungai Sriganala menyebabkan akses Jalan Nyi Mas Gandasari, jalur penghubung Arjawinangun–Suranenggala, mengalami kemacetan dan tersendat. Genangan air menutup sebagian badan jalan sehingga menghambat arus lalu lintas kendaraan.
Selain berdampak pada akses jalan, banjir juga merendam ratusan rumah warga, khususnya di kawasan Perumahan Sultan Residence Arjawinangun, Pondok Pandawa Regency, serta sejumlah pemukiman padat penduduk di Desa Jungjang Wetan. Air masuk hingga ke dalam rumah warga, memaksa sebagian aktivitas masyarakat terhenti.
Salah seorang warga Perumahan Sultan Residence, Tardi (45), mengungkapkan banjir kali ini jauh lebih parah dibandingkan sebelumnya.
“Ini sudah yang ketiga kalinya banjir, tapi yang sekarang paling parah. Air cepat naik dan masuk ke rumah, kami tidak sempat menyelamatkan semua barang,” ujarnya.
Hal senada disampaikan warga Desa Jungjang Wetan, Nurhayati (38). Ia mengatakan, banjir berulang membuat warga semakin khawatir, terutama saat hujan deras turun dalam waktu lama.
“Setiap hujan besar kami was-was. Sudah tiga kali kejadian, dan yang ini paling tinggi airnya. Kami berharap ada penanganan serius supaya tidak terus terulang,” katanya. (Afif/CIBA)