Site icon Cirebon Bagus

Mahasiswa Menilai Daniel Diprediksi Membuat Golkar Sebagai Pemenang di Jabar

BANDUNG – Sejumlah mahasiswa memprediksi Partai Golkar Jabar akan semakin besar, bahkan berpotensi menjadi partai pemenang di wilayahnya dengan kepemimpinan baru Daniel Mutaqien.

‎Sonny Budhii, Koordinator Forum Komunikasi Aktivitas Mahasiswa dan Pemuda Bandung, mengatakan, sosok Daniel mempunyai kunci utama dalam membesarkan partainya di Jabar, yakni figur muda, dan terdengar minim dari latar belakang opini perbuatan korupsi.

‎Sonny menjelaskan, biasanya sosok muda lebih kreatif dan inovasi dalam hal menggerakkan partai politik secara fungsinya. Daniel, kata Sonny, berpeluang inovasi dalam hal pendidikan politik, artikulasi dan agregasi kepentingan masyarakat, dan rekrutmen kader pemimpin. Sedangkan terkait sosok Daniel yang bersih dari opini korupsi, kata Sonny, hal ini menjadi kunci utama partai Golkar di Jabar akan besar.

‎” Sosok bersih dari korupsi sangat dan sangat berpengaruh untuk membesarkan partai, terlebih masyarakat tengah muak karena banyaknya politisi yang terlibat kejahatan ektra ordinari ini. Dan Daniel berpotensi karena bebas dari opini sosok korup. Namun hal ini harus dijaga hingga pemilu,” ungkap alumnus Ilmu Pemerintah UNPAD dan alumnus aktivis GmnI ini.

‎Hal senada diprediksi Eko BN, seorang aktivis dan mahasiswa ITB. Dia menilai, asalkan Daniel bisa membuat jajaran pengurus partai Golkar Jabar yang multi latar belakang kepentingan di masyarakat, maka Golkar Jabar ke depan akan semakin besar juga bisa menjadi partai pemenang.

‎”Misalnya Daniel bisa merekrut pengurus dari berbagai macam latar belakang, pengusaha, aktivis, penguasa, akademisi, tokoh tradisional dan tetua partai, serta latar bekaang Gen-z dan Milinial, maka Daniel berpeluang menjadikan Golkar Jabar menjari juara di wilayahnya, ” ujar Eko.

‎Begitu juga dengan prediksi Rahmayanti, doktor alumnus Adminitrasi Negara Unpad. Dia mengatakan, Daniel sangat berpeluang membesarkan partai politiknya asalkan bisa menjaga terjadinya perpecahan di partai serta menyingkirkan orang orang korup dari struktur partai dan rekrutmen kader pemimpin. ” Hanya itu syarat utamanya,” ujar Rahmayanti. (Arif/CIBA)


Exit mobile version