Site icon Cirebon Bagus

Presiden Prabowo Salurkan Bantuan Becak Listrik Untuk Lansia Cirebon, Wabup Jigus Serahkan Secara Simbolis

Presiden Prabowo Salurkan Bantuan Becak Listrik Untuk Lansia Cirebon, Wabup Jigus Serahkan Secara Simbolis

CIREBON — Sebanyak 100 penarik becak lanjut usia (lansia) di Kabupaten Cirebon menerima bantuan becak listrik dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Bantuan tersebut didistribusikan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Indonesia dan diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Cirebon, H. Agus Kurniawan Budiman, Minggu, (7/12).

Dalam sambutannya, H. Agus Kurniawan Budiman menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden Prabowo terhadap masyarakat kecil, khususnya para penarik becak lansia yang masih menggantungkan hidup dari pekerjaan tersebut.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Cirebon, kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas bantuan dan kepedulian beliau. Bantuan ini sangat berarti bagi para penerima, terutama untuk meningkatkan kenyamanan dan pendapatan mereka,” ujarnya.

Agus menambahkan, kehadiran becak berbasis tenaga listrik ini diharapkan dapat memberikan perubahan signifikan dalam produktivitas para penarik becak lansia.

“Jika sebelumnya penghasilan per hari hanya sekitar Rp25 ribu, kami berharap dengan becak listrik bisa meningkat hingga tiga kali lipat atau lebih, apalagi kini tidak ada biaya sewa,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Cirebon akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk penyediaan fasilitas pengisian daya (charging station). Ia juga menggulirkan rencana jangka menengah berupa pembangunan terminal khusus becak listrik serta penempatan armada tersebut di sejumlah kawasan wisata.

“Dua lokasi yang berpotensi menjadi prioritas adalah kawasan Batik Trusmi dan Makam Sunan Gunung Jati,” tuturnya.

Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Indonesia, Nanik, menegaskan bahwa bantuan becak listrik ini bersumber dari dana pribadi Presiden Prabowo, bukan dari anggaran pemerintah.

“Bantuan ini murni dari dana pribadi Presiden, sebagai bentuk kepedulian beliau terhadap kondisi para penarik becak lansia yang masih harus bekerja,” kata Nanik.

Menurutnya, penggunaan becak listrik akan jauh lebih ringan dibandingkan becak manual, sehingga lebih ramah bagi penerima yang telah berusia lanjut.

“Sekarang tidak perlu mengayuh berat, cukup mengoperasikan tombol,” ucapnya.

Tahun ini, yayasan telah mendistribusikan 3.500 unit becak listrik ke berbagai daerah di Indonesia. Jika digabungkan dengan pendistribusian tahun sebelumnya, total bantuan telah mencapai lebih dari 4.000 unit. Setiap unit becak listrik bernilai sekitar Rp22 juta.

Nanik juga meminta dukungan pemerintah daerah dalam melakukan pendampingan dan pengawasan agar bantuan tersebut tidak diperjualbelikan atau dipindahtangankan.

Terkait pemilihan bantuan dalam bentuk becak, bukan modal usaha, ia menilai profesi penarik becak telah menjadi keahlian utama para penerima manfaat, sehingga lebih realistis jika dukungan tetap dalam bentuk fasilitas pekerjaan yang telah mereka kuasai.

“Dengan becak listrik, mereka tetap dapat bekerja di bidang yang mereka pahami, namun dengan cara yang lebih mudah dan lebih kompetitif di tengah perkembangan transportasi masa kini,” pungkasnya. *(Apip/CIBA)

Exit mobile version