CIREBON, (cirebonbagus.id).- Ada yang berbeda dalam peringatan Hari Jadi ke-653 Cirebon jika dibanding sebelum-sebelumnya. Pada tahun ini, ada Kirab Ziarah yang dilangsungkan dari depan Balai Kota Cirebon Jalan Siliwangi hingga komplek Makam Sunan Gunung Jati, Jumat (29/7/2022).
Biasanya, ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati tidak dengan berjalan kaki. Tapi kali ini, Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, didampingi istri, Ginawati Limansah Azis, ikut berjalan kaki bersama iring-iringan Kirab Ziarah. Sedangkan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati menunggangi replika Paksinagaliman.
Adapun iring-iringan Kirab Ziarah terdiri dari unsur genjring santri, pasukan dari keraton yang ada di Cirebon, unsur masyarakat, perangkat daerah, Forkopimda serta replika kereta Singabarong, kereta Paksi Nagaliman, kereta Kresna, dan kereta Singajempana.
Kirab ziarah makam Sunan Gunung Jati sebagai salah satu agenda dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-654 berlangsung semarak, Selasa (18/7/2023) siang. Kirab menempuh jarak sekitar 4,5 kilometer, dari depan Balai Kota Cirebon hingga komplek Astana Sunan Gunung Jati.
Di sepanjang perjalanan, iring-iringan kirab ziarah disambut antusias oleh masyarakat yang sudah menanti di sisi jalan. Bahkan, mereka juga menyapa, menyalami, hingga menyemangati Wali Kota yang tampak berjalan bersama iring-iringan kirab.
Sesampainya di komplek Astana Sunan Gunung Jati, para pejabat daerah bersama masyarakat melakukan ziarah dan doa bersama. Tradisi ini dilakukan setiap sehari menjelang peringatan Hari Jadi Cirebon yang jatuh pada 1 Muharam penanggalan Hijriah.
“Kirab ziarah ini sebagai salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Cirebon. Alhamdulillah tahun ini bisa terlaksana dengan baik,” ungkap Azis.
Menurutnya, kirab ziarah juga menjadi salah satu sarana untuk melestarikan tradisi dan budaya Cirebon. Pemda Kota Cirebon berupaya untuk menjaga eksistensi dari tradisi dan budaya tersebut.
“Dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk unsur masyarakat, kita bersama-sama melestarikan tradisi dan budaya Cirebon. Agar eksistensinya terjaga dan generasi penerus kita akan ikut melestarikannya,” tutur Azis.
Sejalan dengan itu, ziarah dan doa bersama yang dilakukan di Makam Sunan Gunung Jati juga sebagai wujud syukur kepada Tuhan dan penghormatan kepada leluhur. Sehingga diharapkan Kota Cirebon akan terus berkembang dan maju.
“Kita harus mengingat begitu besarnya jasa Kanjeng Sunan Gunung Jati, terutama bagi Cirebon. Semoga kita semua senantiasa memiliki spirit besar untuk terus memajukan Kota Cirebon,” kata Azis.
Di sisi lain, Azis juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan yang terganggu lalu lintasnya akibat iring-iringan kirab. “Kami memohon maaf atas gangguan lalu lintas yang terjadi,” katanya.
Peringatan Hari Jadi Cirebon tahun ini memiliki tagline “Cirebon Ngobeng Maning”. Ada beberapa rangkaian acara dan puncaknya akan berlangsung pada 1 Muharam 1445 Hijriah atau 19 Juli 2023. (ADV/CIBA)
