CIREBON- Puncak rangkaian acara nadran di Desa Mertasinga, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Minggu (19/04/2026), berlangsung meriah. BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cirebon turut memeriahkan tradisi sedekah laut ini dengan menggelar open booth selama 3 hari, mulai Jumat hingga Minggu (17-19/4/2026), di Jembatan Bondet.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cirebon, Ahmad Feisal Santoso, mengaku senang bisa ikut berpartisipasi dalam kemeriahan masyarakat Kabupaten Cirebon ini. Lebih dari itu, pihaknya merasa terpanggil untuk memberikan perlindungan jaminan sosial atas resiko kerja bagi seluruh nelayan dan pekerja informal atau bukan penerima upah (BPU) yang lain di Kabupaten Cirebon.
“Untuk itu, dalam kegiatan yang sangat meriah ini kami open booth guna mengedukasi seluruh pekerja BPU khususnya nelayan terkait pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Karena, perlindungan jaminan sosial ini bukan hanya untuk pekerja formal, pekerja informal seperti nelayan pun berhak mendapatkan jaminan sosial atas kecelakaan kerja dan kematian yang dialami,” jelas Feisal.
Feisal berharap para pekerja BPU terlebih nelayan yang belum daftar BPJS Ketenagakerjaan segera daftar. Apalagi sekarang ada keringanan iuran 50 persen untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) yang berlaku hingga Desember 2026 mendatang.
“Ayo kita manfaatkan kesempatan ini agar tidak ada satupun pekerja yang tertinggal mendapatkan perlindungan,” ujar Feisal.
Dijelaskan, keringanan iuran ini berlaku bagi seluruh pekerja BPU yang mendaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan secara mandiri, baik yang berstatus peserta baru maupun peserta yang telah terdaftar aktif. Pekerja cukup membayar Rp8.400/bulan selama periode April hingga Desember 2026. Dengan demikian bagi pekerja yang ingin memanfaatkan keringanan iuran selama 9 bulan (April-Desember) cukup membayar iuran sebesar Rp75.600.
Dia memastikan tidak ada penurunan kualitas layanan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada peserta. Manfaat yang diterima tetap utuh, diantaranya santunan kecelakaan kerja maksimal Rp70 juta, perawatan akibat kecelakaan kerja tanpa batas biaya sesuai kebutuhan medis, santunan kematian sebesar maksimal Rp42 juta, hingga beasiswa pendidikan bagi 2 orang anak maksimal Rp174 juta.
Ditambahkan, pendaftaran dan pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan kini juga semakin mudah dengan adanya aplikasi JMO (Jamsostek Mobile). “Kami terus berkomitmen memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja Indonesia. Perlindungan ini penting agar para pekerja dapat bekerja dengan aman, produktif, dan sejahtera,” kata Feisal.
Sementara itu, suasana acara nadran/sedekah laut terasa cukup religius. Doa dan harapan para nelayan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat pesisir dalam mengungkapkan rasa syukur sekaligus mempererat kebersamaan melalui warisan budaya yang terus dijaga.
Acara ini diawali dengan doa bersama sebagai bentuk permohonan keselamatan dan keberkahan bagi para nelayan. Selanjutnya, miniatur kapal berisi sesajen yang sebelumnya telah dipersiapkan masing-masing kelompok nelayan diarak menuju laut dan dilarung sebagai simbol penghormatan terhadap alam dan tradisi leluhur.
Prosesi ini menjadi bagian yang paling dinantikan, karena mengandung makna mendalam tentang hubungan manusia dengan laut sebagai sumber kehidupan. Tradisi ini juga menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda agar tetap mengenal dan mencintai warisan leluhur yang sarat nilai spiritual. (Arif/CIBA)
