CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar peringatan Nuzulul Qur’an bertema “Dengan Al-Qur’an Kita Bangun Generasi Beriman dan Berakhlak Mulia” di Pendopo Bupati Cirebon, Jumat (6/3/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penguatan nilai-nilai keimanan sekaligus ajakan untuk membangun daerah melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Acara tersebut dihadiri Bupati Cirebon Imron, jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat. Hadir pula ulama Nahdlatul Ulama sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Khas Kempek, KH Muh Musthofa Aqiel Sirdj, yang memberikan tausiah kepada para peserta.
Dalam sambutannya, Bupati Imron menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dicapai oleh pemerintah semata.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan visi “Cirebon Beriman” yang berarti bersih, inovatif, maju, agamis, aman, dan sejahtera.
“Kita sebagai manusia memiliki kemampuan yang terbatas. Karena itu, keberhasilan visi dan misi pemerintah tidak bisa dicapai oleh satu pihak saja,” ujar Imron.
Ia menambahkan, kesuksesan pembangunan hanya dapat diraih melalui kerja bersama seluruh elemen, mulai dari jajaran pemerintah daerah hingga tingkat kuwu, serta didukung partisipasi aktif masyarakat.
“Kesuksesan tersebut hanya dapat terwujud apabila dilaksanakan secara bersama-sama, mulai dari sekretaris daerah hingga ke tingkat kuwu, serta didukung oleh partisipasi masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Imron juga menyampaikan bahwa ketenangan dan kenyamanan suatu daerah ditopang oleh empat faktor penting. Pertama, ilmu para ulama yang mampu membimbing masyarakat menuju jalan yang benar. Kedua, kedermawanan para aghniya atau orang-orang kaya. Ketiga, doa dari kaum fakir miskin. Dan keempat, keadilan para pemimpin.
Ia menilai peringatan Nuzulul Qur’an menjadi pengingat bagi pejabat maupun masyarakat bahwa Al-Qur’an merupakan pedoman hidup yang harus dijadikan landasan dalam membangun kehidupan sosial dan pemerintahan.
Selain itu, Imron turut menyinggung pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menurutnya berkaitan dengan kualitas wawasan dan partisipasi masyarakat.
Menurut dia, setiap peningkatan PAD harus kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui berbagai program pembangunan.
“Ketika PAD meningkat, maka pemerintah memiliki kewajiban untuk mengembalikannya kepada masyarakat dalam bentuk berbagai program pembangunan, seperti perbaikan rumah tidak layak huni, pembangunan dan perbaikan jalan, bantuan pendidikan, serta program sosial lainnya,” jelasnya.
Imron juga mengakui bahwa kemampuan pemerintah dalam pembangunan memiliki keterbatasan. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling membantu dan bekerja sama demi kemajuan daerah.
“Kami menyadari kemampuan pemerintah juga memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling membantu dan bekerja sama dalam membangun daerah demi mewujudkan Cirebon Beriman,” ujarnya. (Afif/CIBA)
